Pengaruh literasi kesehatan seksual pada kualitas kehidupan seksual wanita yang merujuk ke pusat kesehatan di Qazvin, Iran

Latar belakang:

Mengingat peran kualitas hidup seksual dalam kepuasan publik, meningkatkan hubungan interpersonal, meningkatkan kualitas hidup secara umum, terutama pada wanita, dan pada akhirnya mempertahankan, mengkonsolidasikan, dan meningkatkan kesehatan keluarga dan masyarakat, perlu dijelaskan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti sebagai literasi kesehatan seksual, dirasakan dari perspektif perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan seksual dengan kualitas hidup seksual wanita rujuk di Puskesmas Qazvin.

Bahan dan metode:

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah 420 wanita Qazvin tahun 2020 yang dipilih secara multistage sampling. Alat pengumpulan data adalah kuesioner demografi dan kuesioner standar literasi kesehatan seksual untuk orang dewasa dan kuesioner Sexual Quality of Life-Female. Data dianalisis menggunakan software SPSS versi 22 dan statistik deskriptif dan regresi logistik.

Hasil:

Rerata (standar deviasi) skor literasi kesehatan seksual adalah 78,47 (17,85) dan kualitas hidup seksual 59,71 (19,21). Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel literasi kesehatan seksual, tingkat pendidikan, usia kawin, dan jumlah hubungan seksual per minggu merupakan faktor yang efektif terhadap kualitas hidup seksual.P < 0,05).

Kesimpulan:

Wanita dengan literasi kesehatan seksual yang lebih rendah, tingkat pendidikan yang lebih rendah, usia pernikahan yang lebih tinggi, dan wanita yang berhubungan seks lebih sedikit per minggu memiliki kualitas hidup seksual yang lebih rendah. Oleh karena itu, perempuan ini perlu lebih diperhatikan dalam merancang program pendidikan untuk meningkatkan kualitas kehidupan seksual.

Kata kunci:

Literasi kesehatan seksual; literasi kesehatan seksual untuk orang dewasa; kualitas kehidupan seksual; perempuan.