Evaluasi Kekerasan Verbal, Fisik, dan Seksual Terhadap Tenaga Kesehatan di Ankara, Turki

Latar belakang:

Profesional perawatan kesehatan bekerja di lingkungan stres tinggi dan serba cepat di mana individu dari berbagai profesi bekerja bersama dan yang terpapar berbagai jenis kekerasan. Fenomena kekerasan telah menjadi perhatian yang sangat penting bagi para profesional kesehatan yang harus ditangani dengan perhatian.

Tujuan:

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kekerasan verbal, fisik, dan seksual di tempat kerja yang dialami oleh para profesional kesehatan.

Metode:

Sebuah survei dilakukan di sebuah rumah sakit umum di Ankara, Turki, di antara 104 dokter, 93 perawat, dan 150 staf medis lainnya.

Hasil:

Dari petugas kesehatan yang berpartisipasi, 96,2%, 95,7%, dan 80,7% dari dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya, masing-masing, melaporkan telah terkena kekerasan verbal setidaknya sekali dalam kehidupan profesional mereka. Dokter diidentifikasi sebagai sumber kekerasan di antara profesional kesehatan lainnya. Sebuah analisis regresi logistik dilakukan untuk menentukan efek dari fitur sosiodemografi pada kekerasan. Hasil signifikan secara statistik menunjukkan perawat lebih banyak terpapar kekerasan seksual dibandingkan tenaga medis lainnya (OR = 3,11, CI 95% [1.29, 7.49]). Perawat lebih terpapar verbal (OR = 5,08, 95% CI [1.54, 16.75]) dan fisik (OR = 3,68, 95% CI [1.15, 11.80]) kekerasan dibandingkan dengan tenaga medis lain yang bekerja di rumah sakit.

Kesimpulan:

Studi ini menunjukkan bahwa sebagian besar profesional kesehatan menjadi sasaran kekerasan mulai dari kekerasan verbal khususnya kekerasan fisik dan seksual.